Tiga Mahasiswa Fakultas Hukum UNIZAR Ukir Prestasi Olahraga, Raih Emas, Perak, dan Perunggu
Bagikan:

Mataram – Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Al-Azhar (UNIZAR) kembali menunjukkan prestasi membanggakan di bidang olahraga. Tiga mahasiswa berhasil meraih medali pada ajang tingkat provinsi dan nasional sepanjang Juli 2026.

Ketiga mahasiswa tersebut adalah Nazwa Kirani Febrianti yang meraih medali emas cabang olahraga Soft Tenis pada Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XII Nusa Tenggara Barat Tahun 2026, Maulana Rizki yang memperoleh medali perak pada Kejuaraan Nasional Taekwondo Kapolri Cup VII Tahun 2026, serta Arbian Mahmassani yang meraih medali perunggu cabang olahraga Kickboxing pada PORPROV XII NTB Tahun 2026.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa Fakultas Hukum UNIZAR tidak hanya mampu berprestasi di bidang akademik, tetapi juga dapat bersaing dalam olahraga prestasi di tingkat provinsi maupun nasional.

Nazwa Kirani Febrianti Raih Emas Soft Tenis

Nazwa Kirani Febrianti, mahasiswi semester III Fakultas Hukum UNIZAR, berhasil meraih medali emas cabang olahraga Soft Tenis nomor tunggal putri pada PORPROV XII NTB Tahun 2026.

Mahasiswi asal Rakam, Lombok Timur, tersebut mengaku bersyukur karena untuk pertama kalinya berhasil mempersembahkan medali emas bagi daerahnya pada nomor perorangan.

“Alhamdulillah rasanya senang sekali, campur lega dan bangga. Perjuangan selama ini akhirnya terbayar lunas. Apalagi ini pertama kalinya saya bisa mempersembahkan emas untuk kabupaten saya di nomor tunggal putri Soft Tenis,” ungkap Nazwa.

Keberhasilan tersebut diraih setelah Nazwa menjalani latihan intensif selama enam bulan. Di tengah kesibukannya mengikuti perkuliahan di Mataram, ia harus rutin kembali ke Lombok Timur setiap pekan untuk mengikuti latihan bersama tim dan pelatih.

Nazwa membagi waktunya secara disiplin. Hari Senin hingga Kamis digunakan untuk mengikuti perkuliahan, sedangkan Jumat hingga Minggu dimanfaatkan untuk menjalani latihan. Pada malam hari, ia tetap belajar dan menyelesaikan tugas-tugas akademik.

Menurut Nazwa, dukungan dosen dan pimpinan Fakultas Hukum UNIZAR sangat membantunya menjalankan peran sebagai mahasiswa sekaligus atlet.

“Saya percaya kuliah dan olahraga bisa berjalan bersama kalau kita serius, disiplin, dan memiliki niat yang kuat,” ujarnya.

Setelah meraih medali emas di tingkat provinsi, Nazwa menargetkan dapat mengikuti berbagai kejuaraan nasional dan memperkuat kontingen Nusa Tenggara Barat pada Pekan Olahraga Nasional Tahun 2028.

Ia juga berkomitmen tetap menyelesaikan pendidikan di Fakultas Hukum UNIZAR tepat waktu dengan hasil akademik terbaik.

Maulana Rizki Raih Perak Kejurnas Taekwondo Kapolri Cup

Prestasi tingkat nasional diraih Maulana Rizki, mahasiswa Fakultas Hukum UNIZAR kelas sore yang juga merupakan anggota aktif Kepolisian Republik Indonesia dan bertugas di Polresta Mataram.

Maulana berhasil meraih medali perak pada Kejuaraan Nasional Taekwondo Kapolri Cup VII Tahun 2026 yang dilaksanakan pada 9–11 Juli 2026 di Indoor Stadium Kompleks Mako Brimob Kelapa Dua, Tangerang Selatan.

Kejuaraan tersebut diikuti atlet-atlet taekwondo dari berbagai satuan kepolisian di Indonesia.

Maulana mengaku medali perak yang diperolehnya bukan hanya menjadi prestasi pribadi, tetapi juga dipersembahkan untuk institusi kepolisian dan Universitas Islam Al-Azhar.

“Saya sangat senang bisa membanggakan nama institusi serta nama kampus saya,” ungkap Maulana.

Perjalanan menuju podium nasional tidak berlangsung mudah. Maulana harus menjalani latihan dengan intensitas tinggi setelah sebelumnya mengalami cedera yang menyebabkan performanya menurun.

Ia harus memulai kembali persiapan dari awal dan menjalani proses pemulihan secara bertahap. Melalui latihan yang konsisten, kondisi fisik dan kemampuan bertandingnya berhasil kembali hingga mampu bersaing di tingkat nasional.

“Mempersiapkan diri dari nol bukanlah hal yang mudah, apalagi saat itu saya masih dalam tahap pemulihan cedera. Namun, dengan konsistensi dan latihan berintensitas tinggi, Alhamdulillah saya bisa mengembalikan performa,” tuturnya.

Sebagai anggota Polri sekaligus mahasiswa, Maulana juga harus mengatur waktu antara tugas kedinasan, kegiatan akademik, program magang, dan latihan.

Institusi kepolisian memberikan dispensasi selama masa persiapan sehingga ia dapat menjalani latihan pagi dan sore. Pelaksanaan magang di Polresta Mataram juga membantunya mengatur waktu secara lebih efektif.

Maulana menyampaikan bahwa keberhasilannya tidak lepas dari dukungan keluarga, institusi kepolisian, pelatih, dan UNIZAR.

Ia berpesan kepada mahasiswa lainnya agar tidak mudah menyerah dalam menghadapi kegagalan.

“Tidak ada hal yang tidak mungkin jika kita mau berusaha menjadi lebih baik. Kalau kita jatuh, kita masih bisa bangkit dan memulai kembali dengan lebih baik,” pesannya.

Arbian Mahmassani Raih Perunggu Kickboxing

Prestasi berikutnya ditorehkan Arbian Mahmassani, mahasiswa semester VII Fakultas Hukum UNIZAR. Arbian berhasil meraih medali perunggu cabang olahraga Kickboxing kelas 63 kilogram pada PORPROV XII NTB Tahun 2026.

Pertandingan tersebut berlangsung di GOR Hercules Lanud Bizam, Rembige, pada Minggu, 19 Juli 2026.

Bagi Arbian, medali perunggu menjadi bukti bahwa kerja keras dan konsistensi latihan mampu menghasilkan prestasi, meskipun target utama untuk membawa pulang medali emas belum tercapai.

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur bisa diberi kesempatan untuk kedua kalinya menorehkan prestasi di ajang PORPROV. Walaupun tahun ini belum diberikan rezeki membawa pulang medali emas, saya tetap bersyukur karena tidak pulang dengan tangan kosong,” ungkapnya.

Prestasi pada PORPROV bukan pengalaman pertama bagi Arbian. Sebelumnya, ia juga pernah naik podium pada PORPROV Tahun 2018 melalui cabang olahraga Taekwondo.

Untuk menghadapi PORPROV XII NTB, Arbian menjalani latihan intensif selama enam bulan bersama tim Raysting Fight Camp MMA-Kickboxing Lombok Timur.

Program latihan difokuskan pada peningkatan daya tahan tubuh, kekuatan fisik, dan penyempurnaan teknik bertanding.

Tantangan yang dihadapinya semakin besar karena pada waktu yang sama Arbian sedang mengikuti program magang Fakultas Hukum UNIZAR selama tiga bulan di DPRD Kota Mataram.

Ia harus bolak-balik dari Mataram menuju Selong, Lombok Timur, untuk mengikuti latihan bersama tim.

“Selain latihan daya tahan, kekuatan, dan teknik, saya juga sedang magang di DPRD Kota Mataram. Saya harus latihan ekstra untuk menjaga stamina karena harus bolak-balik Mataram–Lombok Timur. Alhamdulillah semuanya bisa dijalani dengan manajemen waktu yang baik,” jelasnya.

Selain tantangan fisik dan pembagian waktu, Arbian juga harus beradaptasi dengan peraturan pertandingan kickboxing. Ia baru bergabung dengan Raysting Fight Camp sekitar enam bulan sebelum PORPROV berlangsung.

Menurutnya, memahami aturan pertandingan menjadi hal penting agar dapat bertanding secara maksimal dan menghindari pelanggaran.

Arbian menyampaikan apresiasi kepada keluarga, pelatih, Fakultas Hukum UNIZAR, serta DPRD Kota Mataram sebagai tempatnya menjalani program magang.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan masa kuliah dengan kegiatan positif dan produktif.

“Jangan membuang waktu untuk hal-hal yang tidak penting. Isi waktu luang dengan kegiatan positif dan ukir prestasi di bidang apa pun sebagai bekal masa depan,” pesannya.

Setelah meraih medali perunggu, Arbian menargetkan dapat meniti karier sebagai atlet profesional di bidang olahraga tarung. Ia berkomitmen meningkatkan kualitas teknik, kondisi fisik, dan pengalaman bertanding agar mampu bersaing pada level yang lebih tinggi.

Bukti Pengembangan Prestasi Akademik dan Nonakademik

Prestasi Nazwa Kirani Febrianti, Maulana Rizki, dan Arbian Mahmassani menambah deretan capaian mahasiswa Fakultas Hukum UNIZAR di bidang olahraga.

Keberhasilan tersebut memperlihatkan bahwa proses pendidikan tinggi tidak hanya diarahkan pada penguasaan pengetahuan akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter, disiplin, daya juang, kemampuan mengelola waktu, serta keberanian berkompetisi.

Fakultas Hukum UNIZAR terus memberikan dukungan kepada mahasiswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui kegiatan akademik maupun nonakademik.

Sinergi antara mahasiswa, keluarga, pelatih, dosen, tempat magang, dan institusi menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuhnya prestasi.

Capaian emas, perak, dan perunggu tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa UNIZAR agar terus mengembangkan potensi, berani menetapkan target yang lebih tinggi, serta membawa nama baik universitas pada berbagai kompetisi tingkat daerah, nasional, maupun internasional.

Kembali ke Daftar Berita Diterbitkan: 22 July 2026, 04:54 WITA
Indonesia English Melayu العربية 中文 日本語 한국어