Fakultas Hukum Universitas Islam Al-Azhar (UNIZAR) terus memperkuat komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kemampuan memberikan pendampingan hukum kepada masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Pelatihan Paralegal bekerja sama dengan Lembaga Perlindungan Anak Nusa Tenggara Barat (LPA NTB) di Aula Abdurrahim Universitas Islam Al-Azhar, Senin, 29 Juni 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 29 Juni hingga 1 Juli 2026, ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama/Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Arrangement (IA) antara Fakultas Hukum UNIZAR dan LPA NTB. Kerja sama tersebut menjadi bentuk penguatan kolaborasi dalam bidang pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kompetensi mahasiswa di bidang bantuan hukum.
Pelatihan ini diikuti oleh 50 mahasiswa Fakultas Hukum UNIZAR. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor Universitas Islam Al-Azhar, Dekan Fakultas Hukum UNIZAR, para Wakil Dekan, Ketua Program Studi Ilmu Hukum, dosen, jajaran pimpinan fakultas, serta Kepala LPA NTB.
Ketua Panitia Pelaksana, Dr. M. Ikhsan Kamil, S.H., M.Kn., menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen Fakultas Hukum UNIZAR dalam memperkuat kapasitas mahasiswa, khususnya pada bidang pendampingan hukum, perlindungan kelompok rentan, serta pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, pelatihan paralegal tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan hukum, tetapi juga membentuk kepekaan sosial, keterampilan praktis, serta kemampuan mahasiswa memahami berbagai persoalan hukum yang berkembang di tengah masyarakat.
“Kerja sama dengan LPA NTB menjadi sangat penting karena isu perlindungan anak, perempuan, dan kelompok rentan membutuhkan pendekatan yang tidak hanya normatif, tetapi juga humanis, praktis, dan berbasis pengalaman lapangan. Melalui pelatihan ini kami berharap mahasiswa mampu menjadi jembatan antara masyarakat dengan akses terhadap keadilan,” ujarnya.
Dekan FH UNIZAR: Hukum Harus Tetap Memiliki Jiwa Kemanusiaan
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Hukum UNIZAR, Dr. Ainuddin, S.H., M.H., mengajak peserta merenungkan hakikat hukum melalui pertanyaan mendasar: apakah hukum diciptakan hanya untuk menghukum orang yang bersalah, atau justru untuk menjaga agar manusia tetap menjadi manusia yang dimanusiakan.
Menurutnya, pelatihan paralegal bukan sekadar kegiatan akademik untuk mempelajari pasal demi pasal, melainkan proses membentuk mahasiswa yang mampu menjaga nilai-nilai kemanusiaan dalam penegakan hukum.
Ia menegaskan bahwa paralegal memiliki posisi strategis di tengah masyarakat. Walaupun bukan hakim, advokat, jaksa, maupun polisi, paralegal sering menjadi pihak pertama yang didatangi masyarakat ketika menghadapi persoalan hukum.
“Banyak korban kekerasan, korban kekerasan seksual, korban KDRT, hingga kelompok rentan lainnya membutuhkan pendampingan. Tidak semua masyarakat mampu membayar jasa hukum. Di sinilah paralegal hadir untuk menemani, memberi pendampingan, serta membantu masyarakat memperoleh akses terhadap keadilan,” tegasnya.
Rektor UNIZAR: Paralegal Menjadi Penghubung Masyarakat dengan Penegak Hukum
Rektor Universitas Islam Al-Azhar, Dr. Ir. Muh. Ansyar, M.P., menyampaikan bahwa keberadaan paralegal memiliki peran penting sebagai penghubung antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga penegak hukum.
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami ketentuan hukum yang berlaku sehingga membutuhkan sosok yang mampu memberikan edukasi dan pendampingan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.
“Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk tidak hanya belajar teori di ruang kuliah, tetapi juga memahami bagaimana hukum diterapkan secara nyata melalui pengalaman para praktisi,” katanya.
Rektor berharap seluruh peserta memanfaatkan pelatihan selama tiga hari tersebut untuk menyerap ilmu, pengalaman, serta praktik terbaik dari para narasumber yang berasal dari kalangan akademisi, praktisi hukum, unsur birokrasi, dan lembaga perlindungan anak.
Kanwil Kementerian Hukum NTB Apresiasi FH UNIZAR
Pelatihan Paralegal ini secara resmi dibuka melalui Zoom Meeting oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Nusa Tenggara Barat, I Gusti Putu Milawati, S.S., S.H., M.H.
Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi kepada Fakultas Hukum UNIZAR dan LPA NTB karena telah menyelenggarakan pelatihan paralegal yang menggandeng perguruan tinggi. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi langkah positif dalam memperluas layanan bantuan hukum berbasis pendidikan tinggi.
“Kami berharap mahasiswa Universitas Islam Al-Azhar mampu menjadi agent of change yang meningkatkan kesadaran hukum masyarakat. Kehadiran paralegal akan memperluas akses terhadap keadilan, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan hukum,” ujarnya.
Ia juga berharap setelah mengikuti pelatihan, mahasiswa mampu memberikan edukasi hukum dengan bahasa yang sederhana, membantu masyarakat mengidentifikasi persoalan hukum sejak dini, serta menjadi mitra pemerintah maupun organisasi bantuan hukum dalam memperluas pelayanan bantuan hukum di daerah.
Peserta Dibekali Materi Komprehensif
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta memperoleh berbagai materi yang disusun secara komprehensif, antara lain Pengantar Hukum dan Demokrasi, Teknik Komunikasi bagi Paralegal, Hak Asasi Manusia, Sistem Peradilan Indonesia, Struktur dan Kondisi Sosial Masyarakat, Bantuan Hukum dan Advokasi, Gender dan Kelompok Rentan, Keparalegalan, Teknik Penyusunan Dokumen Hukum, serta Aktualisasi Peran Paralegal.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum NTB, LPA NTB, Fakultas Hukum UNIZAR, Universitas Mataram, psikolog klinis, UNICEF, serta para praktisi hukum yang memberikan pengalaman langsung mengenai praktik pendampingan hukum di lapangan.
Selain pembelajaran di kelas, peserta juga mengikuti pre-test, post-test, evaluasi, penyusunan rencana tindak lanjut, serta pembentukan calon paralegal muda yang nantinya dapat diintegrasikan dengan klinik hukum dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Membangun Generasi Hukum yang Humanis
Melalui Pelatihan Paralegal ini, Fakultas Hukum UNIZAR menegaskan komitmennya dalam melahirkan lulusan yang tidak hanya memahami teori hukum, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kolaborasi antara Fakultas Hukum UNIZAR, LPA NTB, dan Kantor Wilayah Kementerian Hukum NTB diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat budaya sadar hukum sekaligus memperluas akses bantuan hukum bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Kehadiran paralegal muda dari Fakultas Hukum UNIZAR diharapkan menjadi bagian dari solusi dalam mewujudkan sistem hukum yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berpihak kepada masyarakat yang membutuhkan.